Nama “Menganti” dikatakan berasal dari kisah masa Kerajaan Majapahit: Eyang Aryo Tejokusumo ditugaskan menjemput seorang putri dari negeri seberang (Fatimah Binti Maimun) untuk dinikahi oleh raja Majapahit. Karena sang putri tak kunjung datang, utusan itu dan pasukannya menunggu lama, setia menanti — dari sinilah kemudian dibentuk sebuah desa kecil yang dinamakan Menganti.